Ibadah malam pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan di Masjidil Haram terasa sangat beda dengan malam-malam yang lain, meskipun sama-sama dibulan Ramadhan.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Oct | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | |
Ibadah malam pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan di Masjidil Haram terasa sangat beda dengan malam-malam yang lain, meskipun sama-sama dibulan Ramadhan.
Peziarah umroh akhir Ramadhan memang selalu meluap. Banyak diantara mereka yang sangat mendambakan mengalami ’lailatul qodar’, yang sering disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, (Lailatul qodri khoirum min al fi syahr, kata al Qur’an). Karena itu tidak heran bila pada malam duapuluh tujuh, jamaah tarawih dan qiyamul lail meluap sampai jalan-jalan sekitar Masjidil Haram, bahkan sampai dihalaman hotel yang jaraknya sudah jauh dari masjid. Read the rest of this entry »
Saya – alhamdulillah – bisa berangkat umroh pada tanggal
Puncak acara Hapernas telah dilaksanakan hari Senin tanggal 25 Agustus 2008, bertempat dihalaman Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Jalan Raden Patah I no.1, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
Pagi hari jam 07.30 telah dilakukan upacara bendera dengan Inspektur Upacara Menpera dan Komandan Upacara Ir.Teguh Satria, Ketua Umum DPP REI, dihadiri oleh semua stakeholder perumahan, yaitu: BTN, Perumnas, REI, APERSI, MP3I, Bapertarum serta Kemenpera.
Setelah upacara bendera, mulai jam 10.00 diselenggarakan resepsi, dengan acara Penanda tanganan MOU antara Menpera dengan Panglima TNI, Jenderal Djoko Santosa dan Rektor UGM dan Rektor Ikopin. Saat itu diumumkan juga pemenang berbagai lomba. Sebagaimana diketahui, rangkaian peringatan Hapernas ini diisi dengan donor darah, pertandingan olah raga, pertunjukan Wayang Kulit dengan dalang Ki Manteb Sudarsono dengan lakon “Jumenengan Prabu Darmakesuma” atau yang juga populer dengan sebutan “Babad Alas Wanamarta”.
Malam sebelumnya diadakan malam tasyakuran yang diisi dengan kilas balik sejarah Perumahan sejak zaman sebelum kemerdekaan. Berbicara sebagai Nara sumber Dr.Ir.Suyono Sosrodarsono, Dr.Drs.Cosmas Batubara dan ditutup oleh Dr.Ir.Djoko Kirmanto. Beberapa mantan Menteri perumahan rakyat absen, yaitu Dr.Ir.Akbar Tanjung dan Dr.Ir.Siswono Yudhohusodo. (mya)
Sekitar 80% pembangunan rumah dilakukan oleh masyarakat secara swadaya, baik oleh golongan masyarakat kaya, menengah maupun miskin, termasuk oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Read the rest of this entry »
Banyak departemen yang memiliki hari besar yang bukan hari libur. Gunanya antara lain sebagai milestone, tonggak perjalanan dimana dapat dilakukan evaluasi serta pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang telah dianggap berjasa selama tahun berjalan. Para stakeholder perumahan belum punya hari perumahan nasional. Read the rest of this entry »